Sunday, April 21, 2013

Penundaan UN Tidak Perlu Dipersoalkan

0 comments
Prof. DR. Arief Rachman, M.Pd guru besar di Universitas Negeri Jakarta menyampaikan bahwa penundaan jadual pelaksanaan Ujian Nasional di 11 provinsi di Indonesia yang semula direncanakan pada hari Senin hingga kamis 15-18 April 2013 menjadi hari Kamis hingga Selasa, 18-22 April 2013 tidak perlu dipersoalkan.

Arief Rachman menegaskan tidak mempersoalkan adanya penundaan pelaksanaan ujian nasional karena yang terpenting saat ini adalah bahwa proses pembelajaran itu harus ada evaluasinya.




"Yang tidak boleh terjadi adalah proses pembelajaran yang tidak dievaluasi. Proses pembelajaran harus dievaluasi salah satunya melalui Ujian Nasional," tegasnya.

Kalau pun memaksa harus dilaksanakan, tetapi tidak siap, ya memang harus ditunda. Yang terpenting adalah adanya jaminan validitas soal.

"Validitas soal tentu saja terkait dengan valid tidaknya suatu soal. Artinya, tingkat kesukaran dari soal-soal yang diujikan tidak harus berbeda," terangnya.

Hal lain yang penting adalah akuntabilitas soal antara UN yang dilaksanakan tanggal 15 dan yang diundur pelaksanaannya pada Kamis (18/4) mendatang di 11 provinsi.

"Pelaksanaannya juga tidak boleh berbeda. Hal ini terkait dengan perlakuan terhadap anak-anak," imbuhnya.

Jangan sampai muncul anggapan masyarakat bahwa pengawasan UN tanggal 15 dan 18 berbeda. Apalagi diketahui, pada Ujian Nasional yang dilaksanakan tanggal 15 itu bahkan melibatkan pihak kepolisian. Pengawasan yang ketat harus juga diperlakukan sama dengan pelaksanaan UN yang tertunda pintanya.

Ia juga menegaskan bahwa evaluasi pendidikan dalam bentuk ujian nasional harus dilaksanakan. Beliau menolak UN ditiadakan. "Sebagai seorang guru, evaluasi pendidikan dalam bentuk ujian itu harus. UN itu tidak boleh dibatalkan," tegasnya.

Menurutnya, para siswa harus siap menghadapi ujian sekolah. Meski pelaksanaannya ditunda atau dilaksanakan tepat waktu.

"Kesiapan untuk proses pembelajaran. Harus membentuk optimisme karena ujian sekolah adalah sesuatu yang harus dihadapi," tambahnya.

Ia mengaku tetap menunggu hasil evaluasi pendidikan yang dianggap kacau balau itu.

"UN adalah kerja bagus. Perlu ada evaluasi pelaksanaanya secara cermat. SDM, penelitian, mutu akademis, dan Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) Pendidikan Nasional itu harus dievaluasi agar tahun depan tidak terjadi lagi (kekacauan)," pungkasnya.

Sumber: Kemdikbud dan Metrotv News



DPR Tegaskan UN Masih Diperlukan

0 comments
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Marzuki Alie menilai, terlalu tergesa-gesa untuk meminta M.Nuh mundur dari jabatannya. Apalagi, kini pihak Kemendiknas tengah melakukan investigasi. Marzuki mengatakan, perlu untuk dilihat hasil investigasi terlebih dahulu. Baru kemudian mengambil kesimpulan siapakah yang harus bertanggungjawab. Apakah Menteri atau kemudian pelaksana maupun pelaku di tander tersebut.

Marzuki juga menilai, masyarakat jangan terburu-buru untuk menilai kalau UN tidak layak lagi. Dia tidak sependapat jika kejadian ini dijadikan alasan untuk menghapus pelaksanaan UN. Ia juga menegaskan bahwa ujian nasional diperlukan untuk indikator kualitas.



Pihak Kemdikbud juga melalui situs resminya menyampaikan bahwa keterlambatan ujian nasional tingkat SMA di 11 provinsi di wilayah Indonesia tengah dan provinsi lainnya, tidak semata-mata tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pelaksana. Percetakan sebagai rekanan pengadaan dan DPR sebagai pengawas dan pemberi persetujuan anggaran, juga harus memikul tanggung jawab bersama.

“Tidak bisa kalau hanya percetakan dan Kementerian Pendidikan saja yang disalahkan. DPR juga harus ikut bertanggung jawab," demikian ditegaskan Sekretaris Jenderal PBNU, Marsudi Syuhud, di Jakarta, Selasa (16/04).

Marsudi mengatakan, menurut informasi yang diperoleh pihaknya, persetujuan pencairan anggaran pengadaan soal UN baru dikeluarkan oleh DPR tanggal 20 Maret 2013, atau 25 hari jelang UN dilaksanakan. Atas dasar tersebut, kata Marsudi, Kemdikbud tidak sepatutnya disalahkan atas keterlambatan menyerahkan master soal ke rekanan untuk digandakan, mengingat kontrak kerjasama tidak dapat dibuat sebelum anggaran disetujui oleh DPR.

"Pertanyaannya kenapa DPR baru menyetujui anggaran pada tanggal 20 Maret? Itu soal yang mengerjakan manusia, ada batasan kemampuan yang mustahil untuk memenuhi kebutuhan se Indonesia bisa selesai dalam dua puluh lima hari," jelasnya.

Marsudi menambahkan, menyiapkan UN adalah bagian dari pekerjaan mengurus negara. “Kalau penggandaan soal diminta selesai dalam dua puluh lima hari, mau minta tolong apa?," tandasnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, akan menjelaskan duduk perkara dalam kisruh UN. Merujuk PP nomor 19 tahun 2005, penyelenggara UN adalah adalah Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Menurut PP tersebut, BSNP merupakan badan independen yang bertanggung jawab ke Mendikbud. Dan untuk urusan lelang (tender) pengadaan logistik UN, yang bertanggung jawab adalah Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang).

Hal tersebut ditegaskan pula oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, Ibnu Hamad. Dia mengatakan, mekanisme lelang telah melalui tahapan-tahapan yang diawasi oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Sebelumnya, Mendikbud telah mengambil alih tanggung jawab dalam mengejar keterlambatan distribusi soal UN. “Situasi kemarin itu, kalau tidak segera Saya take over, maka akan kehilangan induk. Dalam kondisi krisis itu harus ada yang bertanggung jawab. Saya ambillah tanggung jawab itu, yang penting kapal ini diselamatkan dulu. Meskipun sebenarnya ada pelaksana teknis yang harusnya ikut bertanggung jawab," kata Mendikbud di Kantor Kemdikbud, Kamis (19/04).

Sementara itu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak seluruh pihak terkait ikut bertanggungjawab atas terjadinya keterlambatan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan sederajat di 11 provinsi.

Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsudi Syuhud, mengatakan keterlambatan pelaksanaan UN adalah tanggung jawab bersama, baik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pelaksana, percetakan sebagai rekanan pengadaan, maupun kalangan DPR yang menjadi pengawas dan pemberi persetujuan anggaran.

"Tidak bisa kalau hanya percetakan dan Kementerian Pendidikan saja yang disalahkan. DPR juga harus ikut bertanggung jawab," tegas Marsudi di Jakarta, Selasa (16/4/2013).

Marsudi menambahkan, informasi yang diperoleh pihaknya menyebut persetujuan pencairan anggaran pengadaan soal UN baru dikeluarkan oleh DPR tanggal 20 Maret 2013, atau 25 hari jelang UN dilaksanakan.

Atas dasar ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak sepatutnya disalahkan atas keterlambatan menyerahkan master soal ke rekanan untuk digandakan, mengingat kontrak kerjasama tidak dapat dibuat sebelum anggaran disetujui oleh DPR.


Sumber: Kemdikbud dan Inilah.com


Thursday, April 18, 2013

Untuk LJUN Rusak Akan Dilakukan Pemindaian Khusus

0 comments
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA/sederajat hari Senin (15/04/) resmi dimulai. Para siswa di 22 provinsi melaksanakan UN sesuai dengan rencana. Mereka mengikuti UN sesuai jadwal yang ditentukan yaitu 15-18 April 2013. Sementara 11 provinsi di wilayah Indonesia tengah pelaksanaannya harus bergeser karena kesalahan teknis, bergeser menjadi 18-23 April 2013.

Dalam konferensi pers di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Senin, (15/4), Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, Ibnu Hamad, mengatakan, terkait dengan pelaksanaan UN, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membuka Posko UN yang dimulai pada 13 April 2013, hingga 26 April 2013. Hal ini untuk menampung laporan pengaduan masyarakat, keluhan, dan permintaan informasi terkait pelaksanaan UN.



Sementara Tengku Ramli, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang juga hadir dalam konferensi pers, menjawab keluhan siswa tentang rendahnya kualitas kertas Lembar Jawaban UN (LJUN) yang mudah sobek sehingga dapat mengakibatkan hasil pekerjaan siswa tidak terbaca dan tidak bisa dipindai dengan komputer.



Tengku Ramli mengatakan, siswa tidak perlu khawatir dan risau karena LJUN akan dipindai secara khusus oleh tim khusus. “Jika terdapat LJUN yang rusak atau sobek akan dilakukan pemindaian khusus oleh tim universitas untuk mendapatkan hasil sesuai aslinya. Yang terpenting adalah jangan sampai merugikan siswa peserta UN,” sahutnya.

Ia menambahkan, BSNP sebagai lembaga pelaksana Ujian Nasional (UN) bersama-sama dengan instansi terkait bekerja keras sekuat tenaga agar pelaksanaan UN 2013 di semua pelosok tanah air berjalan sesuai dengan rencana.

Sumber: Kemdikbud



UN di 11 Provinsi Dilaksanakan Sesuai Jadual

0 comments
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh memastikan, Ujian Nasional (UN) di 11 provinsi di wilayah Indonesia tengah dilaksanakan mulai hari Kamis (18/04) sampai dengan Selasa (22/04). Kepastian tersebut disampaikan Menteri Nuh saat menggelar konferensi pers di Kantor Kemdikbud, Rabu (17/04) sore.

Mendikbud mengatakan, seluruh logistik untuk UN di 11 Provinsi telah sampai di 11 provinsi pada hari Rabu tanggal 17 April, dan saat konferensi pers berlangsung, logistik tersebut sedang dalam perjalanan menuju titik akhir distribusi. "Mobilisasi sampai ke provinsi sudah selesai. Kalau ada kabupaten kota yang belum menerima, iya, sekarang masih bergerak," katanya.

Pada hari Selasa 1q6 April, Mendikbud telah dipanggil oleh Presiden SBY bersama dengan KSAU dan Kapolri. Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberi arahan untuk mengerahkan semua tenaga untuk membantu distribusi logistik UN di 11 provinsi tersebut. "Saat saya dipanggil presiden, beliau memberi arahan yang sangat jelas. Ini tugas negara, jadi kerahkan seluruh sumber daya untuk membantu mobilisasi distribusi soal," terangnya.

Menurut Menteri Nuh, yang paling sulit dari seluruh proses UN ini adalah mobilisasi logistik. Setelah mendapat instruksi presiden, pada Selasa malam di mabes polri, Kapolri melakukan tele-conference dengan 11 Kapolda. "Kami menyampaikan persoalan dan semua Kapolda all out untuk membantu," tuturnya.

Dari hasil koordinasi tersebut, maka untuk distribusi logistik ini digunakan pesawat hercules, foker, dan helikopter untuk mobilisasi udara. Sedangkan untuk mobilisasi darat dan laut digunakan truk pengangkut dan kapal cepat. Dan Menteri Nuh menegaskan, jika dalam proses distribusi terdapat kesalahan pengiriman, maka akan segera dikembalikan ke titik yang seharusnya.

Khusus pengiriman di wilayah perbatasan dan 3T telah dilakukan lebih awal. Oleh karena itu, kata Mendikbud, jika ada kabar yang mengatakan ada provinsi yang akan mundur lagi pelaksanaan UN nya karena soal baru sampai hari ini, maka itu terlalu mengada-ada. Karena kalau yang dikaitkan itu distribusi soal, polri sudah membantu. "Logikanya, misalkan Kaltim, yang paling jauh itu Malinau, Sebatik, dan Tarakan. Justru mereka sudah terima (soal UN). Jadi kalau mereka mundur karena soalnya baru datang, itu terlalu mengada-ada," tandasnya.

Sumber: Kemdikbud



Pencetakan Naskah UN SMP di Indonesia Tengah Dialihkan

0 comments
Panitia UN (Kemdikbud) mengambil kebijakan mengalihkan pencetakan naskah Ujian Nasional (UN) SMP/sederajat untuk wilayah Indonesia Tengah ke tiga percetakan lain. Ke tiga percetakan tersebut merupakan pemenang tender untuk mencetak naskah soal di zona wilayah barat dan timur. "11 provinsi yang mestinya dikerjakan oleh Ghalia, percetakannya ditarik dan dibagi ke tiga percetakan lain," kata Mendikbud saat konferensi pers di kantor Kemdikbud, Rabu Sore (17/04).

Dan untuk Ghalia sendiri, tambahnya, akan mencetak satu provinsi saja, yaitu Bali. Bali dipilih karena alasan geografis yang mudah dijangkau dan area distribusi yang tidak terlalu sulit. Adapun ketiga percetakan yang diberi tugas tambahan ini adalah PT. Pura (Kudus) untuk menangani naskah provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, dan Gorontalo; PT Temprina (Surabaya) untuk provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan; dan yang terakhir adalah PT Jaswindo (Sidoarjo) untuk provinsi NTT dan NTB.



Mendikbud mengatakan, pengalihan ini dilakukan karena melihat situasi dan kondisi dari percetakan Ghalia yang telah melakukan wan prestasi dan menyebabkan penundaan ujian nasional SMA di wilayah Indonesia Tengah. Jika pencetakan untuk UN SMP tetap dikerjakan oleh Ghalia, kata Menteri Nuh, maka besar kemungkinan UN SMP wilayah tersebut juga akan tertunda. "Setelah berkonsultasi dengan Irjen, dan melihat dokumen peraturan, akhirnya kita putuskan untuk dialihkan pencetakannya," tutur Mendikbud.



Sebelum UN SMA dilaksanakan, PT Ghalia Indonesia Printing menyatakan siap untuk mencetak dan mendistribusikan soal UN ke zona 3 yaitu wilayah Indonesia tengah. Namun empat hari sebelum pelaksanaan, PT Ghalia belum selesai dalam proses pengepakan soal dan distribusi. Melihat kondisi tersebut, Kemdikbud merekrut 400 mahasiswa IPB untuk membantu proses pengepakan. Dan untuk mobilisasi naskah ke lokasi, dalam koordinasi Presiden, Kemdikbud dibantu oleh TNI dan Polri. "Kalau tidak kita intervensi dengan menambah 400 orang, 1 minggu lagi tidak akan selesai. Itulah ikhtiar maksimum yang bisa kita lakukan," ujar Menteri Nuh.

Ketiga percetakan yang dipilih tersebut sebelum diberi tugas tambahan untuk mencetak naskah UN SMP/MTs wilayah tengah, diketahui telah melakukan pencetakan naskah soal di zona wilayah lain dalam waktu satu minggu saja. Karena kemampuan tersebut akhirnya mereka diberi tugas tambahan. Dengan adanya penambahan tugas ini, Mendikbud menegaskan, Kemdikbud tidak mengeluarkan biaya tambahan. Semua biaya yang diperlukan adalah tanggung jawab pemenang tender, yaitu PT Ghalia Indonesia Printing.

Sumber: Kemdikbud


Menkokesra Tinjau Posko UN 2013

0 comments
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. H. Mohammad Nuh mendampingi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono saat meninjau Posko Ujian Nasional (UN) di Gedung Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemdikbud, Kamis pagi, (18/4). Di Posko UN Itjen Kemdikbud, Mendikbud dan Menkokesra melihat fasilitas posko dan berbincang-bincang dengan petugas posko mengenai proses pengawasan UN di posko tersebut.

Asrizal B. Tanjung, seorang petugas posko, memberikan penjelasan kepada Mendikbud dan Menkokesra. Ia menjelaskan, melalui empat unit televisi di Posko UN Itjen Kemdikbud, petugas memantau pemberitaan di empat stasiun televisi yang dinilai aktif dalam memberitakan UN, yaitu tvOne, MetroTv, TransTv dan TVRI.



Setelah mendapatkan informasi dari pemberitaan di televisi, misalnya tentang isu kebocoran soal atau kunci jawaban, petugas posko langsung melakukan konfirmasi ke auditor Itjen Kemdikbud yang berada di lapangan dan tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Kemudian auditor tersebut memberikan laporan melalui sms center posko di nomor 081380477779 atau mengirim email ke un2013@itjen.kemdikbud.go.id.

Selain menerima penjelasan tentang proses pengawasan UN, Mendikbud dan Menkokesra juga sempat melihat-lihat dokumen laporan tertulis tentang rekapitulasi hasil pengawasan UN, serta menonton stasiun televisi berita yang saat itu sedang membahas UN. Dalam kunjungan tersebut, hadir juga Inspektur Jenderal (Irjen) Kemdikbud, Haryono Umar dan Sekretaris Itjen, Hindun Basri Purba.

Sumber: Kemdikbud


Pelaksanaan UN Di Provinsi Nusa Tenggara Timur

0 comments
Kondisi permasalahan menyangkut kekurangan soal Ujian Nasional (UN) sebagai dampak dari kekurangsempurnaan mekanisme pencetakan dan distribusi memang menjadi permasalahan beruntun di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Solusi yang ditawarkan pemerintah adalah dengan menggandakan soal dan lembar jawaban UN (Ljun). "Disinilah circle of trust bekerja. Dengan saling percaya dalam menjaga kerahasiaan soal tersebut," ujar ketua penyelenggara pelaksanaan UN di NTT, Frans Umbu Data, saat melakukan koordinasi pelaksanaan di Kupang Hari ini (18/04).



Mekanisme proses penggadaan soal tersebut tentunya dilakukan dengan pengawasan ketat oleh pihak aparat kepolisian, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, dan pengawas independen dari perguruan tinggi. "Disinilah filosofi UN ketika semua pihak harus saling menjaga kepercayaan, termasuk keamanan soal-soal UN yang digandakan. Ini pembelajaran positif bagi kita semua," menurut Frans yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Nusa Cendana, NTT.

Ujian Nasional (UN) sebagai bentuk evaluasi standardisasi pendidikan nasional mutlak harus terus dilaksanakan. Frans berpendapat bahwa ketika sistem menggunakan Kurikulum Nasional berarti harus dievaluasi dengan sistem yang nasional juga. "Kami berupaya terus secara objektif untuk pelaksanaan UN dan harus yakin bahwa inilah bentuk pembelajaran sesungguhnya bagi semua pihak," harapnya.

Sumber: Kemdikbud



Ujian Nasional di Kabupaten Kupang Berjalan Lancar

0 comments
Ditengah kemarakan penyelenggaraan Ujian Nasional di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan UN di Kabupaten Kupang bejalan dengan tertib dan aman pada hari Kamis (18/04).

Berdasarkan pemantauan di SMA Negeri I Kupang Tengah, sebanyak 183 Siswa dengan serius mengerjakan soal ujian hari pertama, Bahasa Indonesia. Ketika ditemui di lokasi ujian, Kepala Sekolah SMA, Ema Ridja Nenobais mengatakan para siswanya secara mental sudah sangat siap. "Para siswa bahkan sejak penundaan hari Senin kemarin datang ke sekolah untuk belajar dengan bimbingan guru-guru," ujarnya.



Sementara itu di SMA swasta, SMA Advent Nusra, para siswa juga dengan sangat antusias mengerjakan soal ujian mengingat mereka sudah siap sejak hari Senin (15/04). Seorang siswa dari jurusan IPA, Patrick Simalango, mengatakan soal-soal UN nya sangat mudah karena persiapannya sangat optimal. "Sistem barcode dan 20 variasi soal tidak memungkinkan kami bekerja sama, lagipula soalnya sangat mudah," diiringi tepuk tangan teman-temannya dengan tawa lebar.

Demikian pula yang terpantau di SMA Negeri I Kupang Timur, para siswa secara tertib memasuki ruang ujian dan secara serentak mengerjakan soal pada waktu yang ditetapkan petugas. Sebanyak 444 siswa mengikuti UN di sekolah ini. Menurut Koordinator pengawas Kabupaten Kupang dari Universitas Nusa Cendana yang juga sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Kepedidikan, Petrus Ly, mengatakan pelaksanaan UN di Kabupaten Kupang sangat aman, tidak ada kekurangan soal, dan siswa terlihat sangat optimis. "Saya menilai tidak mungkin mereka bekerja sama. Harus jujur. Sia-sia kalau tidak jujur," tegasnya.

Terlihat juga pengawasan yang sangat ketat dari guru, polisi, dan perwakilan perguruan tinggi. Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Kupang, Imanuel Buan, pengamanan dan distribusi soal berjalan dengan sangat sistematis. "Syukurlah jam 9 malam kemarin distribusi sudah selesai semua dengan bantuan kepolisian dan petugas dinas dengan prioritas lokasi terjauh terlebih dahulu," ungkapnya.

Di Kabupaten Kupang sendiri ada sebanyak 35 sekolah penyelenggara UN dengan jumlah peserta lebih 3800 siswa pendidikan formal dan 627 peserta Kejar Paket C.

Dalam kondisi sigap dan tanggap terhadap kondisi penundaan UN, pihak Dinas PPO Kabupaten Kupang berupaya melakukan koordinasi sistematis dengan pihak-pihak terkait, seperti PPO provinsi dan Universitas Nusa Cendana untuk mengikuti perkembangan terkini. "Sehingga kami bisa menyampaikan kepada kepala sekolah agar kepala sekolah dapat melanjutkan kepada siswa. Kami menggunakan alat komunikasi telepon dan sms," jelasnya.

Lebih lanjut, Djemi Sulaiman dari pihak Kepolisian yang bertugas sebagai koordinator pengamanan di SMA Negeri I Kupang Timur. "Disini sangat aman karena soal ditaruh di Polsek Kupang Timur. Soal dalam kondisi segel yang sangat baik. Tiap hari ada lima anggota kepolisian yang menjaga penyimpanan soal," tegasnya.

Sumber: Kemdikbud


Ujian Nasional di Negara Kepulauan

0 comments
Sebagai bangsa, kita perlu menyadari bahwa di Indonesia terdapat lebih dari 17 ribu pulau. Banyak komponen yang terlibat dalam melaksanakan berbagai program termasuk pelaksanaan Ujian Nasional (UN).

Sebagai negara kepulauan sudah tentu pulau-pulau di Indonesia memiliki tingkat keterjangkauan yang sangat beragam. "Misalnya pesawat hanya bisa menjangkau pulau yang sudah mempunyai bandara. Bagi yang tidak punya bandara, bisa berhari-hari naik perahu dan transportasi darat," papar ketua penyelenggara pelaksanaan UN di NTT, Frans Umbu Data, saat melakukan pemantauan pelaksanaan UN di Kabupaten Kupang (18/04).



Kenyataan ini sering dilupakan dalam penyusunan program-program seperti UN ini sehingga perlu alokasi waktu dan biaya khusus perlu disediakan untuk distribusi soal menjadi pembelajaran positif bagi kita semua.

Tentunya mekanisme pelaksanaan UN masih menggunakan pola yang sama, waktu yang digunakan untuk distribusi itu harus lebih lama. Di sisi lain keamanan dan kerahasiaan harus terus terjaga. Ia menyarankan agar cara menjaga keamanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) karena kita sudah maju di bidang itu dan masyarakat sudah makin melek teknologi informasi dan komunikasi.

Jadi, menurut Frans yang juga Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) bahwa yang perlu ditingkatkan adalah infrastruktur ICT yang disediakan dengan jaminan layanan listrik dan jaringan komunikasi yang tersedia sehingga pemanfaatan TIK tidak dibatasi kekurangan infrastruktur dasar.

Kiranya kondisi bahari dan negara kepulauan perlu mendapat perhatian serius, misalnya dalam UN ini. Penggunaan TIK akan menjadi solusi dalam koordinasi antar-pulau. "Bayangkan jika tidak ada telepon seluler. Akan menjadi masalah dalam koordinasi yang tanggap seperti saat ini," jelasnya.

Karena itu, perlu adanya sinergi berbagai pihak untuk menbantu mekanisme ini. Harapan kedepan adanya koordinasi antar Kementerian/Lembaga Negara, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, PLN, Telkom, Pos, dan lain sebagainya. "Semua lini yang berkaitan dengan efisiensi penyelenggaraan program harus berkoordinasi jauh-jauh hari untuk saling mengisi. Kedepannya, program apapun dengan pola yang sama akan menjaminkan efisiensi yang tinggi," harapnya.

Sumber: Kemdikbud


Posko UN 2013 Siap 24 jam

0 comments
Mendapat kunjungan dari Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono, pada Kamis pagi (18/4), Posko Ujian Nasional (UN) di Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemdikbud boleh berbangga hati. Posko ini siap mengawasi pemberitaan dan pelaksanaan UN selama 24 jam setiap hari. Jadwal tersebut berbeda dengan dua posko UN lainnya di Kemdikbud, yaitu Posko Pusat Informasi dan Humas (PIH), serta Posko Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), yang tidak buka selama 24 jam.

Pengawasan yang dilakukan Posko UN Itjen Kemdikbud dimulai dari percetakan. Di posko, petugas piket terus memantau dan meminta perkembangan informasi proses percetakan melalui auditor yang berada di lokasi percetakan.

Posko UN Inspektorat Jenderal Kemdikbud juga memantau isu-isu terkait UN melalui pemberitaan di stasiun televisi. Terdapat lima unit televisi di posko ini. Empat di antaranya masing-masing digunakan untuk menyiarkan pemberitaan dari stasiun televisi tvOne, MetroTv, TransTv dan TVRI. Sementara satu televisi lain digunakan untuk menampilkan Sistem Informasi UN itjen Kemdikbud dan menayangkan isi isms yang masuk ke sms center.

Setelah mendapatkan informasi dari pemberitaan televisi atau sms, petugas posko langsung melakukan konfirmasi ke auditor Itjen Kemdikbud yang berada di lapangan. Mereka tersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Kemudian auditor tersebut memberikan laporan melalui sms center posko di nomor 081380477779 atau mengirim email ke un2013@itjen.kemdikbud.go.id.

Seorang petugas posko, Asrizal B. Tanjung mengatakan, semua hasil konfirmasi tersebut dibuat rekapitulasinya sebagai laporan tertulis. Setiap pukul 12 siang, hasil rekapitulasi kemudian disampaikan ke Balitbang Kemdikbud, dengan tembusan ke Mendikbud.

Posko UN itjen Kemdikbud siap mengawasi pelaksanaan UN selama 24 jam setiap hari. Posko untuk UN SMA berlangsung pada 15-21 April 2013, sedangkan untuk UN SMP berlangsung pada 22-28 April 2013. Petugas posko dibagi menjadi tiga shift kerja, yaitu pagi-sore (08.00-17.00), sore-malam (17.00-24.00), dan malam-pagi (24.00-08.00).

Sumber: Kemdikbud



Kemdikbud Lakukan Investigasi Soal UN

0 comments
Kisruh Ujian Nasional (UN) 2013 dalam beberapa hari ini mendorong Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melakukan investigasi untuk menemukan sumber permasalahan. Investigasi tersebut dibagi menjadi dua, yaitu :

- investigasi mengenai keterlambatan distribusi naskah soal UN dan,
- investigasi mengenai proses tender percetakan.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemdikbud, Haryono Umar, mengatakan investigasi mengenai keterlambatan distribusi naskah UN bisa diketahui hasilnya dalam satu atau dua minggu lagi. “Investigasi kedua terkait dengan tender. Itu relatif lama,” ujar Haryono saat diwawancarai usai jumpa pers dengan Mendikbud pada Rabu sore, (17/4).

Haryono menjelaskan, investigasi tentang tender memakan waktu lebih lama karena ada pemeriksaan dokumen lelang serta BAP. Dokumen yang diperiksa pun ada banyak dan harus diteliti dengan seksama, baik dokumen di Kemdikbud maupun dari pihak ke-3 (perusahaan yang menang tender). Sementara itu, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud sebagai panitia lelang masih sangat sibuk mengurus persoalan UN. Hal itu menyebabkan proses investigasi agak terhambat.

Investigasi akan dimulai dari laporan atau info awal dari beberapa lembaga, seperti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) dan Indonesia Corruption Watch (ICW). “Kita akan lihat, benar atau tidak,” kata Haryono.

Ia mengatakan, Itjen Kemdikbud akan mendalami peran setiap pihak dalam proses tender. “Semua harus bertanggung jawab terhadap peran masing-masing,” tegasnya. Menurut mantan pimpinan KPK tersebut, jika hasil investigasi menemukan adanya tindak pidana, maka Itjen Kemdikbud akan menyerahkannya ke penegak hukum.

Sumber: Kemdikbud


Pergeseran Jadual UN di Kaltim

0 comments
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2013 jenjang SMA/SMK dan sederajat untuk paket tiga di Wilayah Indonesia Tengah (WITA) resmi dimulai hari ini. UN ini akan diikuti sepuluh provinsi dari 11 provinsi peserta WITA, yaitu Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Gorontolo.

Khusus untuk wilayah Kalimantan Timur, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyatakan adanya pergeseran jadual. Hal ini dilakukan untuk menyelesaikan pendistribusian naskah soal yang belum maksimal. Pergeseran jadual ini sudah disetujui gubernur Kaltim, dan sedang disosialisasikan kepada seluruh peserta didik di Kaltim. "Untuk jadual ujian hari ini, akan dilakukan Rabu minggu depan, 25 April. Dan untuk jadual besok (Jumat), Senin dan Selasa tetap dilakukan sesuai jadual," jelas Nuh saat ditemui di kantor Kemdikbud, Jakarta, (18/4).

Karena jadual UN untuk hari ini, Kamis (18/04), digeser ke Rabu depan, maka UN hari pertama di Kaltim ini bersifat susulan. Mendikbud memastikan, soal yang akan dikerjakan peserta UN hari ini di 10 Provinsi berbeda dengan yang akan dikerjakan peserta di Provinsi Kaltim Rabu mendatang. Tak hanya di Kaltim, untuk wilayah lain yang belum melaksanakan ujian nasional di luar wilayah Indonesia Tengah, kata Nuh, juga akan melakukan ujian yang sifatnya susulan.

Terkait kekurangan naskah soal, Mendikbud mengarahkan panitia untuk menggandakan soal dengan fotokopi. Fotokopi bisa dilakukan jika terjadi kekurangan soal, dan sesuai SOP, selama kerahasiaannya terjamin. Untuk itu diperlukan tiga unsur untuk memastikan kerahasiaan soal saat proses fotokopi, yaitu pengawas, dinas pendidikan, dan kepolisian.

Mendikbud mengatakan, siswa yang soalnya difotokopi tidak mengerjakan di LJUN, melainkan di kertas soal itu sendiri. Setelah ujian selesai, baru panitia akan melakukan pemindahan jawaban peserta didik ke dalam Lembar Jawaban Ujian (LJUN). Pemindaian ini akan dilakukan panitia dengan diawasi oleh petugas, kepolisian, dan dinas. Sehingga, kecurangan dalam pemindaian dapat terhindari.

Sumber: Kemdikbud


Wednesday, April 17, 2013

Naskah UN SMA Tiba di Gudang Provinsi Sulsel

0 comments
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik) Musliar Kasim mengawal distribusi naskah soal Ujian Nasional (UN) tingkat SMA untuk Provinsi Sulawesi Selatan. Wamendik tiba di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, beserta naskah soal UN untuk Provinsi Sulawesi Selatan, pada Rabu siang, (17/4). Sedangkan untuk sepuluh provinsi lain yang juga mengalami pergeseran jadual UN, distribusi naskahnya dikawal oleh pejabat setingkat eselon II yang berwenang mengambil keputusan.

Setibanya di Makassar, naskah-naskah UN langsung diamankan di gudang provinsi sebagai pusat penyimpanan naskah UN tingkat provinsi. Setelah disortir per kabupaten/kota, naskah-naskah tersebut siap dikirimkan ke seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Wamendik mengatakan, distribusi untuk kabupaten terjauh, seperti Kabupaten Luwu Utara, akan didahulukan. Jarak kabupaten terjauh dari kota Makassar bisa memakan waktu hingga delapan jam melalui jalur darat. Sehingga diperkirakan akan tiba malam nanti.



“Untuk pengamanan (naskah), di sini sudah ada perguruan tinggi, dinas pendidikan, kepolisian, dan inspektorat jenderal kita (Kemdikbud),” ujar Wamendik saat dihubungi tim portal www.kemdikbud.go.id melalui telepon selular pada Rabu siang, (17/4). Ia menambahkan, distribusi naskah UN di Sulawesi Selatan diprioritaskan untuk ujian yang berlangsung besok dan lusa. Sedangkan naskah UN untuk ujian Senin dan Selasa depan distribusinya menyusul.

Selain mengawal distribusi naskah soal UN tingkat SMA, keberadaan Wamendik di Makassar juga untuk mengawal distribusi naskah soal UN tingkat SMP. UN SMP akan berlangsung pada Senin, 22 April 2013. “Yang utama adalah untuk distribusi soal. Untuk sidak, kemungkinan besok pagi-pagi, tapi belum tahu ke kabupaten mana,” katanya.

Kedatangan Wamendik di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, disambut Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Hasanuddin, Letkol Pnb Widyargo Iko Putra; Pembantu Rektor III Universitas Hasanuddin, Nasaruddin Salam; Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, H. A. Patabai Pabokori; dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel, Andi Qashas Rahman.

Sumber: Kemdikbud


Tuesday, April 16, 2013

Jadwal UN di Sulawesi Barat Ditunda

0 comments
Karena alasan teknis, yakni pencetakan soal yang belum rampung hingga masa ujian tiba, maka pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/ MA/ SMALB/ SMK/ PAKET C di wilayah Sulawesi Barat yang seharusnya mulai digelar serentak di seluruh Indonesia Senin (15/4/2013)batal dilaksanakan.

Pembatalan UN di Sulawesi Barat disampaikan secara resmi oleh Kabalitbang Kemdikbud kepada jajarah pemerintah propinsi dan kabupaten di Sulawesi Barat hari Minggu (14/4/2013).

Menyusul pembatalan yang disampaikan mendadak saat libur akhir pekan ini, Dinas Pendidikan (Disdik) segera menggelar konferensi pers untuk menjelaskan alasannya. Pihak sekolah juga kesulitan menyampaikan pembatalan ini kepada para siswa yang tidak berada di sekolah.

Kabalitbang Kemdikbud menyatakan ujian nasional hari pertama dan kedua yang rencananya akan digelar Senin dan Selasa (15/4 dan 16/4) ditunda pelaksanaannya pada Jumat (19/4) dan Senin (22/4). Sedangkan materi pelajaran ujian untuk hari Rabu dan Kamis (17/4 dan 18/4) akan tetap digelar sesuai jadwal.

Kabag Humas Pemda Polewali Mandar, Muh Daniel yang dikonfirmasi Kompas.com mengenai pembatalan tersebut, mengiyakan bahwa jadwal ujian nasional terpaksa ditunda karena soal belum siap.

http://regional.kompas.com/read/2013/04/15/08492466/Siswa.Baru.Tahu.UN.Ditunda.Setiba.di.Sekolah
Ribuan siswa setingkat SMA di Sulawesi Barat menyatakan kecewa karena tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) serentak dengan siswa lain di seluruh Indonesia mulai Senin (15/4/2013).

Yang membuat mereka makin kecewa adalah tidak ada pemberitahuan bahwa UN ditunda hingga Jumat (19/4/2013), seperti yang dialami para pelajar SMA di Polewali Mandar. Mereka datang pagi-pagi sekali ke sekolah agar tidak terlambat mengikuti ujian.

Sesampai di sekolah, barulah mereka tahu bahwa pelaksanaan UN ditunda. Menurut mereka, pada Sabtu (12/4/2013) tidak ada tanda-tanda penundaan. Bahkan waktu itu, sebelum mereka pulang, guru-guru berpesan agar mereka mempersiapkan diri untuk ujian hari Senin.

"Tentu kecewa, karena sudah lama mempersiapkan diri, tiba-tiba ditunda. Saya berharap pemerintah bisa mempersiapkan ujian dengan sempurna agar tidak mengecewakan," kata Frans, siswa SMA Negeri 3 Polewali Mandar, Senin pagi.

Muhaimin, siswa lainnya, tidak kalah kecewa dengan penundaan itu. Menurut dia, makin lama ditunda, makin lama mereka menanggung beban psikologis dalam menghadapi UN.

"Ya, kecewalah. Masa sudah lama mempersiapkan diri dan jadi beban pikiran, tiba-tiba ditunda. Harusnya ujian dipersiapkan pemerintah secara cermat agar tak mengecewakan banyak pihak," ujar Muhaimin.

Pelajar SMA itu juga meragukan keamanan soal ujian lantaran ada perbedaan waktu pelaksanaan ujian dengan daerah lainnya. Menurut dia, sulit menjamin bahwa tidak ada kebocoran soal.

Di Polewali Mandar sendiri, UN untuk tingkat SMA diikuti 5.112 peserta.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Polewali Mandar Arifuddin Toppo menyatakan permintaan maaf kepada semua pihak atas penundaan pelaksanaan UN di wilayah tersebut.

Arifuddin mengatakan, penundaan itu bukan disebabkan ketidaksiapan pemerintah daerah, melainkan lebih karena kendala teknik di percetakan sehingga soal ujian dan lembar jawaban belum bisa didistribusikan ke sejumlah daerah.

Sebagai info, pelaksanaan UN di 11 propinsi ditunda dengan alasan lembar soal dan jawaban belum sampai ke daerah-daerah tersebut. Ke-11 propinsi tersebut adalah Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo.

Kepada peserta didik SMA sederajat di wilayah Indonesia Tengah, Mendikbud meminta agar tetap tenang dan dengan pergeseran waktu agar dimanfaatkan untuk menyiapkan diri tetap belajar dan belajar. Jangan percaya terhadap oknum yang menawarkan soal dan kunci jawaban, karena UN 2013 menggunakan 20 paket soal dan kode bar, sehingga sangat sulit untuk terjadi kebocoran. “Belajar dan tetaplah percaya diri”, pesan Mendikbud.

Sehubungan dengan adanya keterlambatan dalam pencetakan naskah soal Ujian Nasional 2013 (UN) untuk 11 Provinsi yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan, Ketua BSNP M. Aman Wirakartakusumah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 0017/SDAR/BSNP/IV/2013 tanggal 14 April 2013 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Rektor PTN di 11 Provinsi tentang pergeseran jadwal UN di 11 Provinsi.

Sumber: Kompas


Jadwal UN di Gorontalo Mulai 18 April

0 comments
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Gorontalo, Arfan Arsyad, memastikan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA dan sederajat di Gorontalo kembali tertunda.

"Informasi terakhir dari sekretaris menteri (Kemdikbud), UN kembali mengalami pergeseran jadwal," kata Arfan saat ditemui Tribun Gorontalo (Tribunnews.com Network) di kantornya, Senin (15/4/2013).

"Semula UN dijadwalkan dimulai Rabu (17/4/2013), namun harus bergeser ke hari Kamis (18/4/2013)," sambung Arfan.

Arfan memaparkan, mata pelajaran untuk hari Kamis tidak ada perubahan, sementara mata pelajaran yang diujikan Rabu, dipindahkan ke Jumat. Kemudian, mata pelajaran yang mestinya diujikan Senin dan Selasa pekan ini digeser menjadi Senin dan Selasa pekan depan.

"Jadi UN akan berlangsung dari tanggal 18 sampai 23 April," kata Arfan.

Pergeseran jadwal yang terjadi berulangkali ini, menurut Arfan, terjadi lantaran jadwal pengiriman naskah ujian yang juga tertunda beberapa kali. Pihak Dikpora Gorontalo sendiri mendapat kabar naskah akan tiba sejak malam, namun hingga siang kemarin, naskah tersebut belum juga tiba di Gorontalo.

Berikut jumlah jenjang pendidikan SLTA di propinsi Gorontalo yang ditunda untuk pelaksanaan Ujian Nasional:

1. SMA berjumlah 6.248 siswa
2. MA berjumlah 1.279 siswa
3. SMK berjumlah 4.838
4. Paket C berjumlah 1.076
3. SMA Luar Biasa berjumlah 1.076

Kepada peserta didik SMA sederajat di wilayah Indonesia Tengah, Mendikbud meminta agar tetap tenang dan dengan pergeseran waktu agar dimanfaatkan untuk menyiapkan diri tetap belajar dan belajar. Jangan percaya terhadap oknum yang menawarkan soal dan kunci jawaban, karena UN 2013 menggunakan 20 paket soal dan kode bar, sehingga sangat sulit untuk terjadi kebocoran. “Belajar dan tetaplah percaya diri”, pesan Mendikbud.

Sehubungan dengan adanya keterlambatan dalam pencetakan naskah soal Ujian Nasional 2013 (UN) untuk 11 Provinsi yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan, Ketua BSNP M. Aman Wirakartakusumah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 0017/SDAR/BSNP/IV/2013 tanggal 14 April 2013 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Rektor PTN di 11 Provinsi tentang pergeseran jadwal UN di 11 Provinsi.

Sumber: Tribun News


Jadwal UN di Nusa Tenggara Timur Ditunda

0 comments
Sejumlah siswa sekolah menengah atas (SMA) di propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (15/4) hari ini, kecewa karena ujian nasional (UN) harus ditunda. Sementara itu, di Bima, Nusa Tenggara Barat, para siswa terpaksa pulang ke rumah setelah mendapat informasi penundaan ujian nasional oleh kepala sekolah.

Sejumlah siswa SMA di Nusa Tenggara Timur, kecewa karena UN ditunda. Seperti siswa SMA Negeri 1 di Kupang, NTT, yang datang sebentar ke sekolah dan lalu diperintahkan pulang. Mereka mengaku kecewa atas penundaan Ujian Nasional (UN).

Soal UN bagi siswa SMA dan sederajat memang belum tiba di Kupang. Soal UN tersebut masih dalam proses distribusi. Akibatnya jadwal ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dijadwalkan hari ini ditunda hingga 19 April 2013.

Sementara itu, ratusan siswa SMA Negeri 2 Bima, Nusa Tenggara Barat, harus dikumpulkan di aula sekolah untuk diberikan pengumuman jadwal UN mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diundur.

Kepada peserta didik SMA sederajat di wilayah Indonesia Tengah, Mendikbud meminta agar tetap tenang dan dengan pergeseran waktu agar dimanfaatkan untuk menyiapkan diri tetap belajar dan belajar. Jangan percaya terhadap oknum yang menawarkan soal dan kunci jawaban, karena UN 2013 menggunakan 20 paket soal dan kode bar, sehingga sangat sulit untuk terjadi kebocoran. “Belajar dan tetaplah percaya diri”, pesan Mendikbud.

Sehubungan dengan adanya keterlambatan dalam pencetakan naskah soal Ujian Nasional 2013 (UN) untuk 11 Provinsi yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan, Ketua BSNP M. Aman Wirakartakusumah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 0017/SDAR/BSNP/IV/2013 tanggal 14 April 2013 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Rektor PTN di 11 Provinsi tentang pergeseran jadwal UN di 11 Provinsi.


Sumber: Metro TV News


Jadwal UN di Nusa Tenggara Barat Mulai 18 April

0 comments
Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), membuka tempat konsultasi pemantapan bagi siswa untuk memanfaatkan jeda waktu tiga hari akibat molornya pelaksanaan ujian nasional (UN).

"Kami persilahkan siapapun yang datang untuk konsultasi," kata Kepala SMA 1 Mataram Lalu Fatwir Uzali seusai menerima kunjungan Ketua DPRD Kota Mataram HM Zaini, Senin (15/4).

Menurutnya, penundaan pelaksanaan UN di NTB dan 10 propinsi lainnya mengejutkan siswa peserta UN. Namun pihaknya mencoba memanfaatkan penundaan UN dengan upaya pemantapan kesiapan mereja dalam menghadapi ujian yang baru akan dilakukan pada Kamis (18/4)

Mendikbud juga menyampaikan secara terbuka bahwa pergeseran jadwal UN tersebut menjadi tanggungjawabnya dan akan dilakukan investigasi terhadap PT Ghalia Indonesia Printing yang melaksanakan percetakan bahan UN di 11 provinsi tersebut.

Dalam Investigasi tersebut, lanjut Mendikbud, pihaknya menugaskan Inspektur Jenderal Kemdikbud, Haryono Umar untuk melakukan investigasi mengapa sampai terjadi keterlambatan percetakan.

Sumber: Metro TV News


Jadwal UN di Bali Ditunda

0 comments
Sebagaimana kami sampaikan bahwa Ujian Nasional SMA 2013 untuk 11 propinsi akan ditunda selama dua hari karena sampai saat ini soal belum dikirim oleh percetakan PT Ghalia Indonesia Printing.

Bali yang termasuk dalam 11 propinsi tersebut juga akan menyelenggarakan UN pada hari Rabu tanggal 17 April. "Kita sudah menerima surat edaran dari Kabalitbang (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan), isinya untuk mata pelajaran yang seharusnya Senin akan dilaksanakan Jumat, Rabu tetap sesuai jadwal," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Bali AA Ngurah Gede Sujaya saat ditemui di Kantornya, Minggu (14/4/2013).

Saat Disdikpora Bali menanyakan alasan penundaan ini kepada pihak percetakan,jawaban mereka adalah karena pengepakan soal belum selesai. Kadisdikpora Bali sudah menyosialisasikan penundaan ini kepada Kadisdikpora Kabupaten/Kota se-Bali untuk selanjutnya diinformasikan ke sekolah-sekolah.

"Untuk sosialisasi ke sekolah-sekolah hari ini meminta Kadisdik kabupaten Kota untuk memberi arahan," kata Sujaya.

Penundaan untuk UN hari Senin dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia akan dilaksanakan Jumat (19/4/2013). Untuk hari Selasa mata pelajaran Fisika (IPA), Ekonomi (IPS), dan Bahasa Asing (Bahasa) akan dilakukan Senin (22/4/2013). Sementara untuk UN hari Rabu tetap sesuai jadwal.

Mendikbud juga menyampaikan secara terbuka bahwa pergeseran jadwal UN tersebut menjadi tanggungjawabnya dan akan dilakukan investigasi terhadap PT Ghalia Indonesia Printing yang melaksanakan percetakan bahan UN di 11 provinsi tersebut.

Dalam Investigasi tersebut, lanjut Mendikbud, pihaknya menugaskan Inspektur Jenderal Kemdikbud, Haryono Umar untuk melakukan investigasi mengapa sampai terjadi keterlambatan percetakan.

Sumber: Kompas


Jadwal UN di Sulawesi Tenggara Mulai 18 April

0 comments
Sampai Senin malam, 15 April 2013, panitia pelaksana Ujian Nasional (UN) propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) baru menerima 279 dus naskah soal dari total 700 dus naskah soal (masih kekurangan sekitar 421 dus naskah soal) ujian tingkat SMA dan Madrasah Aliyah yang harusnya dikirim oleh percetakan Ghalia Printing Indonesia, Cimahi, Bandung. Naskah ujian tersebut tiba pada Senin sore di Bandara Haluole Konawe Selatan menggunakan pesawat Hercules.

Sementara itu, sisa naskah soal UN sebanyak 421 dus baru akan dikirim kembali pada Selasa besok. "Kami tidak tahu ini bagaimana manajemen percetakan Ghalia. Panitia yang kami tugaskan di percetakan mengabarkan kalau masih ada 421 dus naskah soal yang belum selesai di-packing," Ketua Pelaksana Lokal UN Propinsi Sultra, La Karimuna, Senin, 15 April 2013.

Menurut La Karimuna, berdasarkan informasi yang didapatkannya, sisa soal UN akan kembali dikirim pada Selasa besok. "Membingungkan juga soal dikirim berulang-ulang," kata dia.

Adapun dari 279 dus naskah soal yang telah tiba itu, La karimuna berharap agar naskah itu sudah lengkap mencakup dengan semua mata pelajaran yang akan diujiankan. Sebab jika naskah telah lengkap pendistribusian segera dilakukan mengingat wilayah-wilayah yang jauh dan sulit dijangkau merupakan prioritas distribusi. "Butuh 2-3 hari soal baru bisa tiba di wilayah yang jauh, misal saja di Wakatobi, Buton dan Muna. Jadi saya sangat berharap soal itu bisa tiba besok pagi, jadi jika sudah tiba bisa secepatnya diditribusikan" kata La Karimuna.

Penundaan jadwal UN di Sultra telah membuat sejumlah Kepala Sekolah dan guru resah. "Kami bingung kenapa UN diundur terus. Mau tidak mau setiap saat harus bolak balik ke Dinas untuk cari kepastian. Kami sudah terlanjur umumkan tanggal 15, kemudian bergeser tanggal 17, eh, malah sekarang tanggal 18 April," kata Kepala Sekolah SMK 1 Raha, La Ode Alasi.

Mendikbud juga menyampaikan secara terbuka bahwa pergeseran jadwal UN tersebut menjadi tanggungjawabnya dan akan dilakukan investigasi terhadap PT Ghalia Indonesia Printing yang melaksanakan percetakan bahan UN di 11 provinsi tersebut.

Dalam Investigasi tersebut, lanjut Mendikbud, pihaknya menugaskan Inspektur Jenderal Kemdikbud, Haryono Umar untuk melakukan investigasi mengapa sampai terjadi keterlambatan percetakan.

Sumber: Tempo


Jadwal UN di Sulawesi Selatan Ditunda

0 comments
Penundaan ujian nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas dan sederajat di Sulawesi Selatan (Sulsel), yang disampaikan di saat-saat akhir menjelang hari pertama UN, ditanggapi beragam.

Seperti yang dilaporkan reporter Metro TV Fauziah Erwin, yang on the spot ke SMA Negeri 2 Makassar. Para siswa datang ke sekolah seperti biasanya. Meski sudah mengetahui informasi tersebut pemberitaan media, para siswa tetap datang ke sekolah. Merteka bahkan menunggu di ruang ujian yang sudah ditentukan.

Beberapa siswa yang dimintai komentar tentang penundaan UN mengaku kecewa. Mereka menilai penundaan UN berimbas pada perubahan jadwal UN. Karena ditunda ada satu hari para siswa harus mengerjakan soal ujian untuk dua mata pelajaran.

Para siswa juga khawatir, pengumuman UN akan molor dan berimbas pada seleksi masuk ke perguruan tinggi yang berada di Pulau Jawa dan Sumatra. Pasalnya UN di Pulau Jawa dan Sumatra tidak mengalami penundaan.

Untuk mengurangi kekecewaan siswa, para guru dan kepala sekolah di SMA Negeri 2 Makassar, mengumpulkan para siswa di aula sekolah. Mereka meminta para siswa tidak terpengaruh dan menggunakan waktu kosong itu dengan belajar sebaik-baiknya.

Pihak sekolah di Sulawesi Selatan masih berpatokan pada pengumuman Kementerian Pendidikan Nasional, Ahad kemarin, bahwa UN akan dilakukan pada hari Kamis dan Jumat pekan ini, serta hari Senin dan Selasa pekan depan.

Namun ada kekhawatiran jadwal tersebut tidak tepat waktu lagi. Pasalnya, materi soal UN yang seharusnya sudah sampai tiga hari sebelum UN di penangung jawab UN di Sulawesi Selatan, yaitu Universitas Hasanuddin dan Universitas Negeri Makassar, hingga berita ini ditulis belum juga sampai.

Sehubungan dengan adanya keterlambatan dalam pencetakan naskah soal Ujian Nasional 2013 (UN) untuk 11 Provinsi yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan, Ketua BSNP M. Aman Wirakartakusumah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 0017/SDAR/BSNP/IV/2013 tanggal 14 April 2013 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Rektor PTN di 11 Provinsi tentang pergeseran jadwal UN di 11 Provinsi.

Dalam Surat Edaran Ketua BSNP memutuskan menggeser jadwal pelaksanaan UN SMA/MA, SMALB, UNPK/Paket C dan SMK tahun pelajaran 2012/2013 di 11 Provinsi yang semula UN Utama pada hari Senin, 15 April – 18 April 2013 digeser menjadi Kamis, 18 April – Selasa 23 April 2013.

Sumber: Metro TV


Jadwal UN di Sulawesi Tengah Mulai 18 April

0 comments
Naskah soal ujian nasional untuk sekolah menengah atas dan sederajat tiba di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (15/4/2013) siang. Namun, naskah soal yang diangkut dengan pesawat Hercules milik TNI AU itu baru separuh dari jumlah soal yang seharusnya.

"Soal UN yang datang hari ini belum semuanya. Yang baru datang ini ada 4 ton atau sekitar 317 koli. Kami sekarang masih menunggu sisanya. Sekarang kami lagi sortir soal-soal UN ini," kata Ketua Panitia UN, Fadlud Hamid, Senin (15/4/2013). Dia tak menampik keterlambatan penerimaan naskah soal ini bisa menjadi masalah untuk pelaksanaan UN di propinsi ini, meskipun sudah dimundurkan jadwalnya ke 18 April 2013.

Sementara itu, Ketua Koordinator Pengawas UN Sulteng, Zainuddin Basri, mengatakan, keterlambatan disebabkan adanya masalah teknis di percetakan yakni PT Ghalia Indonesia Printing. "Seharusnya tanggal 7 atau 8 April lalu soal-soal UN itu sudah tiba. Namun ini molor hingga satu minggu," kata Zainuddin.

Saat ini proses penyortiran soal-soal UN tengah dilakukan. Namun kapan kepastian pelaksanaan UN untuk 11 propinsi, Sulawesi Tengah adalah salah satunya, belum dapat dipastikan walau ada surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 11 Gubernur yang menyatakan UN di wilayah mereka dapat dimulai pada 18 April 2013.

Pelaksanaan UN pada 2013 karena terkendala teknis dipastikan tak bisa berlangsung serentak. Selain 11 propinsi yang dijadwalkan baru bisa menggelar UN pada 18 April 2013, siswa setingkat SMA di kawasan Indonesia Barat dan Timur, sudah mulai mengerjakan UN pada Senin (15/4/2013).

Mendikbud juga menyampaikan secara terbuka bahwa pergeseran jadwal UN tersebut menjadi tanggungjawabnya dan akan dilakukan investigasi terhadap PT Ghalia Indonesia Printing yang melaksanakan percetakan bahan UN di 11 provinsi tersebut.

Dalam Investigasi tersebut, lanjut Mendikbud, pihaknya menugaskan Inspektur Jenderal Kemdikbud, Haryono Umar untuk melakukan investigasi mengapa sampai terjadi keterlambatan percetakan.

Sumber: Kompas

Jadwal UN di Sulawesi Utara Ditunda

0 comments
Dinas Pendidikan (Disdik) Nasional Sulawesi Utara mengatakan jika pendistribusian naskah soal di Sulawesi Utara baru dilakukan untuk wilayah kepulauan seperti Kabupaten Sitaro, Kabupaten Sangihe dan Kabupaten Talaud.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Nasional Sulawesi Utara Star Wowor, untuk wilayah propinsi Sulawesi Utara, semua Kabupaten yang berada di Kepulauan itu sudah mulai pendistribusian soal UN 2013. Kemungkinan malam Senin atau hari Senin sampai ke Dinas Pendidikan (Disdik) masing-masing.

Dikatakan Wowor, untuk 12 Kabupaten dan Kota yang lainnya masih belum dilakukan, karena naskah soal yang dikirimkan dari pusat belum mencukupi.

"Memang baru sebagian yang ada, lainnya sedang dalam proses pengiriman. Kami mau mengatakan jika penyebab penundaan adalah teknis percetakan dalam menggandakan naskah ujian tersebut," kata Wowor.

Sementara, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang kepada Tempo Minggu 14 April 2013 malam ini meminta agar seluruh siswa untuk menggunakan kesempatan penundaan ujian nasional ini untuk lebih memantapkan penguasaan pelajaran.

"Jangan terganggu semangat belajar dengan adanya penundaan ini. Jadikan penundaan ini untuk kembali memperdalam ilmu agar bisa menjawab soal-soal dengan baik," kata Sarundajang.

Ketua Komisi D DPRD Kota Manado, dr Richard Sualang sendiri mengaku jika penundaan ujian nasional ini sangat merugikan para siswa terutama dengan psikologis anak-anak yang sudah siap untuk mengikuti ujian nasional.

"Terus terang akang sangat merugikan siswa. Secara psikologis akang terganggu juga pikiran anak-anak," kata Sualang.

Sualang sendiri mengatakan jika kejadian ini harus disorot terutama ke Kemendiknas yang mengakibatkan terjadinya penundaan ujian nasional untuk kali pertama dalam sejarah.

"Info yang didapatkan itu penyebabnya justru non teknis yang berimbas pada lambatnya distribusi soal Ujian Nasional. Ini perlu untuk dicermati oleh pemerintah pusat," kata Sualang kembali.

Sekadar info, sehubungan dengan adanya keterlambatan dalam pencetakan naskah soal Ujian Nasional 2013 (UN) untuk 11 Provinsi yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan, Ketua BSNP M. Aman Wirakartakusumah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 0017/SDAR/BSNP/IV/2013 tanggal 14 April 2013 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Rektor PTN di 11 Provinsi tentang pergeseran jadwal UN di 11 Provinsi.

Dalam Surat Edaran Ketua BSNP memutuskan menggeser jadwal pelaksanaan UN SMA/MA, SMALB, UNPK/Paket C dan SMK tahun pelajaran 2012/2013 di 11 Provinsi yang semula UN Utama pada hari Senin, 15 April – 18 April 2013 digeser menjadi Kamis, 18 April – Selasa 23 April 2013.

Sumber: Tempo


Jadwal UN di Kalimantan Timur Mulai 18 April

0 comments
Sebagian siswa di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), tidak mengetahui adanya penundaan pelaksanaan Ujian Nasional. Dari pantauan di beberapa sekolah di Samarinda, pada Senin pagi terlihat, sejumlah siswa mendatangi sekolah mereka untuk mendapatkan informasi terkait kepastian penundaan UN tersebut.

Bahkan, beberapa diantara siswa tersebut mengaku belum mengetahui UN tersebut ditunda hingga Kamis (18/4).

"Kemungkinan memang ada peserta yang belum mengetahui adanya penundaan UN tetapi itu hanya sebagian kecil saja dan pada umumnya sudah tahu jika pelaksanaan UN ditunda hingga Kamis (18/4)," ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda, Ibnu Araby, Senin.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda kata Ibnu Araby menerima surat resmi penundaan tersebut pada Minggu malam.

"Kami terima pemberitahuan penundaan itu pada Minggu (14/4) kemudian langsung menyampaikan ke semua kepala sekolah penyelenggara UN. Pihak sekolah tentunya memiliki koneksi kepada siswanya baik melalui telepon genggam, jejaring sosial maupun alat komunikasi lainnya untuk menyampaikan penundaan itu," katanya.

"Tetapi, karena informasi kepastian itu waktunya sangat sempit apalagi hari libur sehingga tidak menutup kemungkinan ada peserta yang tidak menerima pemberitahuan itu," ungkap Ibu Araby.

Hari Senin 15 April 2013 katanya, sejumlah sekolah juga sengaja mengumpulkan siswanya untuk memberikan arahan dan memotivasi mereka agar penundaan tersebut tidak tidak mengganggu konsentrasi para siswa.

"Ada sejumlah sekolah yang sengaja mengumpulkan siswanya untuk sekedar memberikan motivasi agar mereka bisa lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi UN pasca penundaan itu," kata Ibnu Araby.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda kata dia, juga masih menunggu informasi terkait soal UN tersebut.

"Kami masih menunggu informasi terkait soal UN itu dan hari ini bersama seluruh kepala sekolah di Samarinda melaksanakan pertemuan membahas penundaan ini," ungkap Ibn Araby.

Jumlah penyelenggaran UN di Samarinda lanjut Ibu Araby yakni unttuk tingkat SMA/Madrasah Aliyah sebanyak 44 sekolah dengan peserta sebanyak 4.304 siswa dan SMK sebanyak 48 sekolah dengan jumlah peserta 6.627 siswa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M. Nuh, menyampaikan permintaan maaf kepada orangtua, siswa, dan masyarakat, atas perubahan jadwal UN di 11 Provinsi wilayah Indonesia Tengah karena adanya persoalan teknis percetakan.

Permintaan maaf Mendikbud tersebut disampaikan pada jumpa pers, Minggu, 14 April 2013 dan diungkapkan kembali pada saat sidak pelaksanaan UN SMA sederajat, di Jakarta, Senin pagi, 15 April 2013.

Sumber: Antara


Jadwal UN di Wilayah Indonesia Tengah Ditunda

0 comments
Disebabkan naskah soal UN 2013 yang tak kunjung tiba di sejumlah propinsi, Ujian Nasional (UN) 2013 tidak lagi digelar secara serentak. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akhirnya memutuskan untuk menunda penyelenggaraan UN 2013 di daerah yang belum menerima naskah soal UN hingga saat ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Prof. Mohammad Nuh mengatakan bahwa keterlambatan naskah soal UN 2013 ini terjadi karena ada kendala teknis dari percetakan yang diserahi kewajiban untuk menyelesaikan paket soal untuk zona Indonesia Tengah. Karena kendala teknis ini, target penerimaan naskah soal pada H-3 pelaksanaan tidak tercapai.

"Ini murni persoalan teknis dan itu ada di percetakan. Kami akan langsung memberitahukan dan mengirimkan jadwal pada daerah yang digeser," kata Nuh saat jumpa pers UN 2013 di Kemdikbud, Jakarta, Minggu (14/4/2013).

Ia menjelaskan bahwa untuk daerah yang terlambat menerima naskah soal, UN akan digelar pada 18-23 April. Untuk jadwal mata pelajaran yang diujikan, khusus pada tanggal 18 April tidak akan berubah dan tetap sama, yaitu Kimia dan Biologi untuk IPA, Sosiologi dan Geografi untuk IPS, serta Antropologi dan Sastra Indonesia untuk Bahasa. "Dimulainya digeser jadi tanggal 18 April dengan jadwal mata pelajaran yang diujikan tak berubah," ujar Nuh.

Ada 11 propinsi yang mengalami keterlambatan pengiriman soal UN, yaitu Sulawesi Selatan, Bali, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah. Adapun UN di 22 propinsi lain tetap digelar sesuai jadwal mulai 15 April. "Hanya 11 propinsi saja yang digeser jadwalnya, 22 propinsi tetap sesuai jadwal," jelas Mendikbud.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M. Nuh, menyampaikan permintaan maaf kepada orangtua, siswa, dan masyarakat, atas perubahan jadwal UN di 11 Provinsi wilayah Indonesia Tengah karena adanya persoalan teknis percetakan.

Sehubungan dengan adanya keterlambatan dalam pencetakan naskah soal Ujian Nasional 2013 (UN) untuk 11 Provinsi yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan, Ketua BSNP M. Aman Wirakartakusumah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 0017/SDAR/BSNP/IV/2013 tanggal 14 April 2013 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Rektor PTN di 11 Provinsi tentang pergeseran jadwal UN di 11 Provinsi.

Sumber: Kompas


Jadwal UN di Kalimantan Selatan Ditunda

0 comments
Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Selatan (Kalsel) telah mengumumkan penundaan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat di Kalimantan Selatan. Pelaksanaan UN ini terpaksa ditunda karena keterlambatan pengiriman naskah soal dari percetakan.

"Hingga malam tadi hanya soal UN untuk SMK yang sampai ke Banjarmasin Kalimantan Selatan sedangkan soal UN untuk SMA dan madrasah aliyah belum kami terima hingga sekarang karena itu pelaksanaan ujian nasional ditunda pada Rabu di 13 kabupaten/kota," tutur Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) propinsi Kalimantan Selatan, Amka, Minggu (14/4) kepada Antara.

Dari 13 kabupaten/kota tersebut, hanya wilayah Kotabaru yang sudah melakukan pendistribusian soal UN karena pengiriman didahulukan mengingat ada beberapa sekolah pelaksana UN yang berada di daerah terpencil. Sedangkan kabupaten/kota lainnya masih menunggu pengiriman dari Dinas Pendidikan (Disdik) propinsi Kalsel.

Akibatnya, jadwal UN tingkat SMA, MA, SMK dan paket C yang semula dilaksanakan mulai 15 sampai 18 April ditunda menjadi 18 sampai 23 April serentak di 13 kabupaten/kota. Amka mengaku telah menginformasikan perihal penundaan ini di pada masing-masing sekolah yang berada di wilayah kerjanya. Tidak hanya Banjarmasin, sejumlah daerah juga mengalami penundaan karena masalah tekni yakni masalah percetakan.

Sumber: Gatra dan kemdikbud


Kemenag Sikapi Ujian Nasional 2013 Dengan Bijak

0 comments
Terjadinya penundaan sebagian peserta Ujian Nasional (UN) di 11 provinsi disebabkan “force majeur”, yaitu peristiwa di luar kemampuan dan tidak dapat dihindarkan sehingga suatu kegiatan tidak dapat dilaksanakan atau tidak dapat dilaksanakan sesuai rencana. Menurut Kepala Biro Perencanaan Kementerian Agama (Kemenag) Syamsuddin sepanjang sejarah UN baru kali ini terjadi di sebagian provinsi mengalami penundaan. Itu kejadian force majeur. Dan sebagai manusia hanya mampu berusaha. Itu kehendak Yang Maha Kuasa. Tapi, alasan itu bukan bermaksud untuk berlindung, justru dijadikan pembelajaran dan melakukan pembenahan ke dalam. (demikian seperti kata Kepala Biro Perencanaan Kementerian Agama (Kemenag) Syamsuddin didampingi Direktur Pondok Pesantren Ace Saefuddin, ketika meninjau pelaksanaan UN di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13, Jalan Syukur Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin).

Dalam perpektif agama, orang hanya bisa merencanakan tetapi Tuhan yang menentukan. Tapi hal ini jelas peristiwa ini akan menjadi stigma negatif. Karena itu ia mengajak untuk memperkuat kesabaran dan menerima dengan ikhlas.

Alasan itu tidak bermaksud memberi toleransi terhadap kesalahan, tetapi harus dihadapi dengan kekuatan bahwa jajaran penyelenggara pendidikan tengah menghadapi cobaan dan ujian pula. Tentu saja kejadian ini akan menimbulkan perasaan tak puas di sebagian orangtua, siswa dan pemerhati pendidikan. Sebab, penundaan UN membawa efek psikologis bagi anak.

Rencananya UN tahun ajaran 2012/2013 akan diikuti oleh 1.659.717 siswa madrasah yang terdiri dari: 484.230 siswa MI, 829.884 siswa MTs, dan 345.603 siswa MA. “Untuk siswa MA, terbagi dalam jurusan IPA: 103.835 siswa, IPS: 214.946 siswa, Bahasa: 9.460 siswa, dan Keagamaan: 17.362 siswa,” jelas Zubaidi.

UN siswa madrasah dilaksanakan berbarengan dengan UN siswa sekolah. “Untuk UN siswa MA akan dilaksanakan pada Senin yang akan datang, 15 – 18 April 2013. Adapun ujian susulannya dijadwalkan pada 22 – 25 April 2013,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas, Zubaidi.

Menurut catatan dari Dirjen Pendidikan Islam, siswa Madrasah Aliyah yang tak bisa ikut UN dari 11 provinsi sebanyak 57.164 siswa. Rinciannya Kalsel (7.9420, Kaltim (2.427), Sulut (1.244), Sulteng (4.420), Sultra (4.145), Sulbar (2.015), Gorontalo (1.080), Bali (913), NTB (17.010), NTT (1.865).


Untuk itu, Ace Saefuddin pun mengimbau agar kejadian ini diambil hikmahnya. Tentu bagi siswa yang belum punya persiapan maksimal, dapat meningkatkan lagi persiapannya.

Baik Direktur Pondok Pesantren Ace Saefuddin maupun Syamsuddin sependapat bahwa dalam lima tahun terakhir angka kelulusan madrasah tsanawiyah lebih tinggi dari sekolah menengah pertama (SMP). Namun untuk tingkat aliyah pada lima tahun terakhir angka kelulusannya sudah mendekati SMA. Pada 2012 angka kelulusan aliyah sudah mendekati SMA.

Hal ini memberi gambaran bahwa pendidikan berbasis agama mengalami kemajuan. Padhal dari segi pendanaan, lembaga pendidikan agama lebih banyak swasta dan kurang mendapat dukungan dana dari pemerintah. “Ini mencerminkan, ada efesiensi dan dana sedikit tapi hasilnya optimal,” kata Syamsuddin.

Sikap dan pandangan pihak Kemenag adalah bijak. Dalam situasi dan kondisi dimana siswa perlu dibuat tenang sebaiknya kita memang bisa selalu berfikir optimis dan membantu mencarikan solusi dari setiap permasalahan terkait penyelenggaraan ujian nasional 2013.

Diolah dengan bersumberkan: Portal Kemenag
Oleh : Drs. Asep R, SH (Praktisi Pendidikan, Kontributer Artikel di puluhan situs pendidikan, Panpel UN Paket C Ciamis Jabar, Anggota Team Perumus Hasil Penataran P-4 bidang GBHN 1992, Mantan Manggala (Penatar Tingkat I) P-4)
Email : asepna@yahoo.com


Saturday, April 13, 2013

Perubahan Jadwal UN 2013 Untuk Beberapa Provinsi

0 comments
Pelaksanaan Ujian Nasional 2013 pada jenjang SMA/MA/SMALB/SMK dan Paket C untuk 11 provinsi diundur yaitu di Kalimantan Selatan , Kalimantan Timur, Sulawewsi Utara, Sulawesi Tengah , Sulawesi Selatan , Sulawesi Tenggara , Bali , Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan Sulawesi Barat.

UN hari pertama yang semula dijadwalkan pada Senin, 15 April 2013 diundur menjadi Senin, 22 April 2013. Adapun mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama untuk SMA/MA/SMALB/SMK adalah Bahasa Indonesia, sedangkan untuk Paket C adalah Pendidikan Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia.



Pelaksanaan UN hari kedua yang semula dijadwalkan pada Selasa, 16 April 2013 diundur menjadi Selasa, 22 April 2013. Adapun UN hari ketiga yang semula dijadwalkan pada Rabu, 17 April 2013 diundur menjadi Jumat, 19 April 2013. Adapun UN pada hari Kamis, 18 April 2013 tetap dilaksanakan pada hari dan tanggal yang sama. Konsekuensi pengunduran jadwal UN Utama tersebut juga menyebabkan diundurnya jadwal ujian susulan. Semula dijadwalkan pada 22 April diundur menjadi 29 April.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh saat memberikan keterangan pers di Kemdikbud, Jakarta, Minggu (14/04/2013).

“Jumlah siswa di 11 provinsi tersebut sebanyak 1,1 juta di 3.601 SMA/MA dan 1.508 SMK. Untuk 22 provinsi yang lain sudah siap. Termasuk DKI tetap dilaksanakan sesuai jadwal yaitu mulai senin besok,” katanya.

Jadwal Semula - sebelum berubah

- Keterangan : jadwal tersebut tetap berlaku untuk provinsi lainnya.

Ujian Nasional SMA/MA 2013


Program IPA



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Fisika 40 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Kimia 40 120 menit 18 April 2013
6 Biologi 40 120 menit 18 April 2013





Program IPS



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Ekonomi 40 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Sosiologi 50 120 menit 18 April 2013
6 Geografi 50 120 menit 19 April 2013





Program Bahasa



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Bahasa Asing 50 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Antropologi 50 120 menit 18 April 2013
6 Sastra Indonesia 40 120 menit 18 April 2013










Program Keagamaan




No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Tafsir 50 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Fikih 50 120 menit 18 April 2013
6 Hadits 50 120 menit 18 April 2013

Jadwal Baru - pasca pergeseran jadwal ujian nasional (UN) Bahasa Indonesia

- Keterangan : jadwal tersebut hanya berlaku untuk 11 provinsi sebagaimana kami informasikan di atas.

Ujian Nasional SMA/MA 2013


Program IPA



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Kimia 40 120 menit 18 April 2013
2 Biologi 40 120 menit 18 April 2013
3 Matematika 40 120 menit 19 April 2013
4 Bahasa Indonesia 50 120 menit 22 April 2013
5 Fisika 40 120 menit 23 April 2013
6 Bahasa Inggris 50 120 menit 23 April 2013





Program IPS



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Sosiologi 50 120 menit 18 April 2013
2 Geografi 50 120 menit 18 April 2013
3 Matematika 40 120 menit 19 April 2013
4 Bahasa Indonesia 50 120 menit 22 April 2013
5 Ekonomi 40 120 menit 23 April 2013
6 Bahasa Inggris 50 120 menit 23 April 2013





Program Bahasa



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Antropologi 50 120 menit 18 April 2013
2 Sastra Indonesia 40 120 menit 18 April 2013
3 Matematika 40 120 menit 19 April 2013
4 Bahasa Indonesia 50 120 menit 22 April 2013
5 Bahasa Asing 50 120 menit 23 April 2013
6 Bahasa Inggris 50 120 menit 23 April 2013










Program Keagamaan




No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Fikih 50 120 menit 18 April 2013
2 Hadits 50 120 menit 18 April 2013
3 Matematika 40 120 menit 19 April 2013
4 Bahasa Indonesia 50 120 menit 22 April 2013
5 Tafsir 50 120 menit 23 April 2013
6 Bahasa Inggris 50 120 menit 23 April 2013


Untuk memahami perubahan jadwal UN 2013 tersebut dipersilakan untuk mendownload filenya disini.

Hadir mendampingi Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim, Inspektur Jenderal Kemdikbud Haryono Umar, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) M.Aman Wirakartakusumah, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar, dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Syawal Gultom

Mendikbud mengatakan, penyebab pengunduran ini karena ada persoalan teknis di percetakan. Dia menyebutkan, dari enam perusahaan yang melakukan pencetakan naskah UN ada satu yang belum selesai melakukan penyiapan. “Ada satu percetakan yang sekarang sedang berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan yaitu percetakan Ghalia Indonesia Printing,” katanya.

Mendikbud menjelaskan, untuk 22 provinsi yang lain tetap diselenggarakan sesuai jadwal karena untuk tiga zona yaitu Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur berbeda-beda soalnya. Pihaknya juga telah menggandeng TNI AU untuk melakukan jadwal pengiriman naskah UN yang terlambat tersebut. “Ada 4 hercules, 1 foker, 1 boeing 737 yang sudah disiapkan , Panglima TNI AU, siap mendukung pengiriman ini. Setelah selesai pengepakan kita bawa ke lanud Halim sesuai jalur dan selesai dikirimkan,” katanya.

Direktur Ghalia Indonesia Printing Hamzah Lukman mengatakan, penyebab keterlambatan pencetakan karena materi yang dicetak kompleks dan area percetakan terlalu penuh untuk menghimpun bahan materi tadi. “Untuk masuk ke amplop sudah selesai, tetapi untuk memasukkan ke boks kesulitan. Atas nama sendiri dan perusahaan memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini yang tidak diduga dan tidak ada niatan sedikitpun sengaja melakukan karena teknis di perusahaan dan menyebabkan keterlambatan finishing,” katanya.

Ketua BSNP M.Aman Wirakartakusumah menyampaikan seharusnya paket naskah UN untuk SMA sederajat sudah dikirim sejak H-3 pelaksanaan UN, sedangkan untuk SMP sederajat sudah harus dikirm H-6. “Untuk SMP jangkauannya lebih luas jadi dikirim lebih awal,” katanya.

Anggota BSNP, Djemari Mardapi menyampaikan, naskah soal pada tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Pada tahun ini soalnya berbeda meskipun kisi-kisinya tetap sama. Adapun distribusi tingkat kesulitan soal juga sama. “Dulu urutannya diubah, tetapi kali ini soalnya berbeda,” katanya.

Mendikbud menambahkan, pihaknya telah mengkomunikasikan perihal pengunduran jadwal ini UN kepada pihak dinas pendidikan untuk disampaikan ke sekolah dan ke peserta didik. Dia juga telah melakukan komunikasi kepada sejumlah gubernur yaitu Gubernur Bali, Gubernur Kalimantan Timur, dan Gubernur Sulawesi Selatan. “Dan tentu saya jalin untuk sampaikan ke publik. Gubernur siap melaksanakan pergeseran dari jadwal semula,” katanya.

Semoga Ujian Nasional bisa mendorong semua pihak semua yang terlibat untuk bekerja dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Hasil UN juga dapat dipergunakan untuk melihat pemerataan mutu pendidikan. Demikian informasi perubahan Jadual UN 2013 untuk beberapa daerah provinsi di Indonesia kami sampaikan, semoga bermanfaat! Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Sumber: Kemdikbud





Arsip Website

 
UN 2015 © 2011 Schools Directory & World Sharings. Supported by Google docs viewer

Thanks for All friends